Mahasiswa,demo,dan kepolisian

Demo sekarang dianggap sebagai suatu “mode”atas penolakan berbagai macam hal.baik bagi buruh,pelajar apalagi mahasiswa,Yang katanya berhasil menurunkan “suatu kekuasaan otoriter”.hm…………. tapi apakah benar bahwa yg menurunkan “keotoriteran”adalah sekumpulan orang yang disebut mahasiswa.terus terang saya meragukan itu.kenapa?tanya kenapa?:P😛😛 ,Ditambah lagi terkadang kelakuan demo para mahasiswa yang berperilaku terkadang tidak sebagai mahasiswa yang “pintar” atau istilahnya bila digunakan dalam konotasi ini adalah yg bisa membawa demo itu menghasilkan sesuatu yang lebih baik.bahkan malah terkadang anarkisme.huh,perlu dipertanyakan apakah sistem indonesia dalam hal pendidikan bisa mendidik para mahasiswa tidak hanya pintar otaknya tapi juga pintar ruhiyahnya,dan ini yg saya rasa kurang dalam pendidikan kita.hanya mengedepankan sesuatu yg disebut “nilai? Ip?”sehingga hasil didikan institusi pendidikan indonesia menghasilkan lulusan yang tidak bisa mengendalikan dirinya yg sebenarnya demo itu mempengaruhi orang banyak.

Saya tidak mengkritisi institusi lembaga ilmu semuanya tidak bisa memberikan sikap yang terbaik yang bisa diberikan seorang mahasiswa kepada bangsanya,tapi kebanyakan bukankah demikian?

Beralasankan demo untuk rakyat sehingga melegalkan segala perbuatan yang dirasa oleh mereka dapat didengar dll.menurut saya,itu hal terlucu bagi seorang mahasiswa malah melempar polisi,membakar ban,dll.ditambah lagi ketika polisi merazia kampus yang ada,malah kedapatan ganja dan minuman keras.hahhahahahahah

Hanya mempermalukan instistusi ilmu yang ada.Ditambah lagi dari >100 orang ditangkap,yang positif menggunakan ganja hampir setengahnya.hahhahahaha,apakah itu orang orang yang katanya “membela rakyat”menurut saya bukan.apakah membakar,melempar,dan teriak2 ga jelas,menggunakan bahasa kasar merupakan identitas seorang mahasiswa?saya rasa bukan.satu hal lagi,kepingin aja sih nanya aja sih kepada beberapa mahasiswa yg demo,”kalian demo ini izin orang tua ga”saya yakin jawabannya tidak.apalagi demo yg hanya mengedepankan anarkisme.kasihan ortunya.

Tunjukkan JATI DIRI BAHWA KITA MAHASISWA,Jati diri yg saya sebut diatas adalah jati diri PREMANISME.

Ketika polisi memukul mahasiswa,seperti hero yang membawa berbagai peralatan perang sedang memukul seorang rakyat yang tidak membawa apapun.suatu tindakan pengecut.seharusnya melindungi ternyata malah memukul.

Hei pak polisi,saya tahu anda punya senjata,tapi bisa ga senjatanya justru utk melindungi rakyat?mahasiswa kan rakyat ya?

Masuk kekampus mahasiswa?so what gituh,menurut saya tidak masalah,kenapa?karena mau subuh tuh.masih berisik aje ketika rakyat mau shalat subuh.

Demo kalo bisa make SOP dong,ada prosedurnya,ga hanya asal demo dengan bermodal semangat doang,dan tujuan doang,tidak,demo haruslah bermain cantik(kata seorang ikhwan).

Semoga para mahasiswa lain dapat berperan untuk menciptakan indonesia yang damai dan menyejukkan.

Bisa kan kita demo dgn damai dan menyejukkan?dan itu bukan suatu impian yg tidak bisa dicapai.semua Bisa.