tumpuan harapan sumber daya alam indonesia

Ketika Para periode 80’an dan ’90an,indonesia dikenal sebagai pemilik berbagai sumber daya alam terbesar didunia,melihat kilas balik kebelakang bahwa dulu kita adalah negara pengekspor timah kedua didunia,anggota opec dengan ekspor minyak bumi mendekati jumlah ekspor brunei darussalam,panas bumi,bauksit di RIau,kampung saya. huh,ternyata betapa bersyukurnya kita tinggal di indonesia,tapi ternyata kita kurang bersyukur atas apa yang telah diberikan,atau bukan lagi “kurang” bersyukur tapi mungkin sudah masuk kedalam wilayah “tidak”bersyukur.

diatas adalah kondisi indonesia ketika 10 atau 20 tahun yang lalu,dengan seorang pemimpin yang disebut bapak pembangunan,cukup membawa indonesia menjadi negara yang cukup disegani,walaupun kesuksesan di satu sisi diikuti dengan kekeroposan moral dan secara diam diam memakan negara ini dari dalam.

sekarang,dengan kondisi indonesia yang demikian,maka setelah membaca majalah swa edisi bulan juni 2008,mmepunyai gambaran bahwa “hanya”batu bara,kelapa sawit dan perikanan yang menjadi sumber daya alam yang kompeten untuk kedepannya.

tapi bisakah untuk kedepannya hanya dari sektor ini menjadi “harapan” rakyat indonesia yang berjumlah sekitar 200 juta?.menurut saya,selain kita harus meningkatkan sektor yang menjadi harapan kita ini,maka kita harus berbenah diri atas administrasi ekonomidan bidang bidang yg berhubungan.seperti:masalah keamanan dalam negeri,pemerintah harus lebih transparan dalam mengelola kekayaan alam indonesia,dll.

kita harus terus menjaga kekayaan alam kita,dengan mendahulukan kepentingan negara kita diatas segalanya,untuk itu nasionalisasi perusahaan perusahaan asing yang membawa hasil bumi indonesia keluar negeri untuk negaranya.hal itu sama saja dengan penjajahan belanda yang membawa hasil rempah rempah ke negaranya.minyak bumi yang kian menurun bisa digantikan dengan pengganti lain yang sedang dikembangkan seperti hal hal yang menggunakan surya,biofuel(produk turunan kelapa sawit)sbg pengganti alternatif minyak bumi,atau penggunaan matahari.

intinya jangan sampai kekayaan negara kita yg berlimpah ini kita sia siakan,hanya untuk kepentingan pribadi,tapi alangkah indhanya hidup jika kepemimpinan kita tidak merugikan orang lain.jika ada beberapa kerugian disekitar kita,maka mencari yg paling kecil ruginya.