Langkah Awal yang Baru….

Sebentar lagi diriku akan merubah statusku dari sendiri menjadi berpasangan. Dari yang hanya memikirkan sendiri, untuk sekarang setiap langkah yang harus dipikirkan adalah 2 kepala. Ya, pernikahan sebentar lagi akan berada didepanku. Aku tidak pernah membayangkan bahwa pernikahan akan segera menghampiriku dengan usiaku yang masih 22 tahun. Suatu usia yang masih belia, yang kata orang usia produktif dan lain lain. Aku juga terkejut. Karena sebenarnya dari dulu aku berencana melaksanakan pernikahan di usiaku yang 35 tahun. Usia yang menurutku cukup matang untuk menghadapi segalanya. Ditambah lagi usia demikian mungkin segala pekerjaan yang sedang aku kerjakan sekarang juga telah usai. apalagi kantor ku yang lama menginginkan aku kembali bekerja disana. ketika kumelihat bahwa ambisi ambisiku masih banyak yg belum kugapai, kadang aku selalu berpikir ulang akan hal ini. Tapi apa mau dikata, di Usia 22 tahun aku menikah. Aku tidak bisa berkata begini begitu, tapi yang bisa kukatakan adalah aku bersyukur dengan takdir apapun yang terjadi ke diriku. Aku yakin seluruh kejadian dalam hidupku adalah suatu kejadian yang telah diseting dan telah diketahui kadar kesanggupan aku menghadapinya. Ketika aku memutuskan menikah, hal yang pertama yang kulakukan adalah bahwa pernikahan ini adalah keinginanku dan calon suamiku, dan bukan atas paksaan, tekanan atau dorongan dari siapapun atau kondisi apapun Tapi memang karena benar benar kehendak kami brdua. Jika aku melihat ke belakang, banyak hal yang seharusnya aku patut syukuri dan tidk perlu kusedihkan karena hal hal yang menyakitkan baik dari manusia, kondisi atau siapapun dan apapun itu. ketika memilih dirinya menjadi calon suamiku, aku juga benar benar meyakinkan diriku bahwa memilihnya dengan penuh kesadaran, penuh ketergantungan kepada rabb ku, dan penuh keyakinan bahwa tidak ada penyesalan atas pilihan yang telah ditetapkan. Aku bersyukur, Alhamdulillah aku menempuh s2 diusiaku 22 thn, alhamdulillah masih ada rezeki yang allah berikan untukkku melalui tangan ini, alhamdulillah masih ada teman2 ku yang menemaniku susah dan senang. alhamdulillah aku mendapatkan laki2 yang akan menjadi suamiku dengan kelebihan dan kekurangannya yang mana kelebihannya kusyukuri dan kekurangannya membuatku lebih bersabar dan alhamdulillah aku masih dilindungi Allah swt atas kejahatan jin dan manusia yang berada disekeliling. sehingga jika mengingat hal ini, membuat hatiku menjadi lebih lapang dan bergembira. aku tidak bisa berkata aku adalah manusia suci dengan syukur yg selalu kupanjatkan, aku hanyalah manusia kotor yang memiliki banyak kesalahan dan perbuatan, karena aku hanya manusia biasa, bukan malaikat.  tapi semoga allah swt selalu memberi rahmatNya ke diriku sehingga aku terus menyukuri apapun kejadian yang terjadi. mulai skrg akan kututup kenangan apapun dari anak adam anak adam sebelum aku bertemu dengan  suamiku ini dan akan kujadikan itu sebagai memori untuk menjadi pengalaman berharga untuk dibagikan ke anak cucu. karena yang kuhadapi sekarang adalah masa depan. masa depan yang masih panjang sekali jalannya hingga ujungnya pun belum terlihat. Aku serahkan semuanya ke Rabbku tentang takdirku. Aku yakin akan diberikan takdir terbaik darinya. karena semua kejadian adalah kejadian terbaik yang disettingNya untuk ku. 1 minggu sebelum proses Lamaran.