Baju Akad Pengantin

hal yang paling juga diperhatikan selain acara resepsi / salam salaman didalam pernikahan adalah baju pengantin. begitu juga dengan diriku. Aku dan calon suamiku sepakat utk baju akad pernikahan akan mendesign sendiri dari pemilihan bahan dan sampai proses design dan juga ketika telah menjadi baju. Tapi sayang, setelah kuhitung2, untuk proses memilih bahan aku harus pergi diluar hari sabtu dan minggu karena ternyata hari itu sudah terpakai untuk keperluan lainnya. Lalu aku pun bingung mencari bahan baju didaerah mana, maka ditemani oleh temanku, Prastari Asri Wiweko (thanks to you) aku pun pergi hunting bahan baju. Berdasarkan saran dari penjahitku maka aku menghunting bahan baju di sebuah toko bernama silk route.

Aku pun meminta penjaga disana untuk mencarikan bahan baju yang diinginkan. Maka dipampang beberapa bahan yang ada. Ada beberapa pilihan yang membuatku bingung. Tapi aku akhirnya memutuskan menjatuhkan pilihan pada bahan baju dan brokat  yang berwarna putih kebiruan yang ada dibagian pojok😀😀😀. bahan yang simple, tidak glamor (karena aku tidak suka nuansa glamor), rapih, dan pola bunga yang bagus.

Ketika itu aku tahu bahwa aku menginginkan bahan baju ini untuk pernikahan kami. Ketika ku tunjukkan kecalon suamiku, ia pun berkata “ wah, ini mah emang model pakaian gaya uli banget” wueheheheheh😀😀😀.

Ketika telah selesai mencari bahan, aku dan asri bingung mencari tempat shalat, akhirnya kita memutuskan shalat di blok M mall alias pasar raya grande. Baru pertama kali itu aku shalat di muhsala pasar raya grande, ternyata tempat shalatnya bagus dan nyaman, aku baru tau bahwa masjid ini bernama masjid al latief. Aku pun suka.

Masjid Al-Latief

Selesai shalat, aku beristirahat sebentar, dan tak terasa perutkupun lapar, lalu kami ke tempat makan sambil kupesan pasta dan asri memesan vanila shake.

Hari pun telah hampir ashar. Karena aku kelelahan (kata asri, lelah kenapa yul, kita cuman lihat 1 toko aja😀😀😀 ) aku pun berencana pulang. Tapi sayang ditengah jalan ketika naik bus, hujan lebattt selebat lebatnya. Banjir dimana mana. Aku waktu itu khawatir hujan akan membasahi bahan baju yang telah kupilih. Tapi aku berusaha untuk berprasangka baik ke Allah swt semoga semuanya baik baik saja.

Hujanpun masih tetap deras. Alhamdulilah ketika aku mau turun dari bus, hujan pun berhenti. Lalu aku buru2 masuk ke angkot, tiba2 hujan lebih deras dari sebelumnya. Alhamdulillah ketika sampai ke tujuan, hujan telah berhenti sama sekali. Dan aku tidak basah karena hujan. Terimakasih kepada allah swt yang yang telah melindungi selalu dari keluar rumah sampai tiba dirumah kembali.

Beberapa hari kemudian, aku menghubungi penjahit yang sudah lama aku selalu suka membuatnya disana. Namanya Rumah Jahit Haifa. Menurutku harganya termasuk murah, sesuai dengan kualitas yang didapatkan. Aku pernah melihat baju baju hasil karya penjahit lainnya, memang bagus. Tapi harganya juga bagus dan agak terkesan glamor. Sedangkan aku tidak terlalu suka baju yang terkesan glamor. Aku lebih menyukai baju yang biasa tetapi terkesan anggun dan elegan.

Setelah mendapatkan bahan baju yang diinginkan, brokat yang diselimuti warna biru toska, beberapa meter bahan satin, dan sebuah songket yang belum dijahit, aku pun mencari ide baju apa yang kuinginkan. Aku mencari tahu tema apa yang diinginkan. Dikarenakan kami menikah di tanah melayu, seperti kata pepatah dimana kaki dipijak disitu langit dijunjung, maka kami pun memutuskan utk memakai baju kurung melayu berkekek utk perempuan dan baju teluk belanga untuk laki- laki. Kedua baju ini adalah baju kurung melayu. Lalu setelah mencari tema yang diinginkan, aku pun mencari di internet model model baju kurung melayu utk pernikahan.  ditambah lagi aku kurang suka memakai baju kebaya dikarenakan walau udah longgar, tetap saja masih membentuk tubuh >*<, tak selesa pulak aku bernapas pakai kebaya juga. akhirnya diputuskan memakai baju kurung melayu berkekek dan teluk belanga utk laki2nya. aku tanya ke abang aku gmn pendapatnya lalu ia pun bilang okelah. ya udah oke untuk lanjut…..

Dikarenakan baju laki2nya kulihat di internet tidak berbeda jauh, maka akhirnya aku menemukan salah satu gambar design baju kurung melayu yang aku sukai.

Baju pengantin melayu

Baju yang menggabungkan antara kebaya didepannya dan baju kurung melayu berkekek dibelakangnya. Yang aku suka adalah selendangnya. Maka aku request ke penjahitku untuk membuat selendang yang agak panjang. Dan ditekankan kepada pembuatan kebaya didepan baju kurung melayunya.

Sedangkan untuk laki2nya, seperti biasa, memakai sarung utk songketnya, atasan dan celana.

Baju untuk laki2

Setelah melakukan proses pembuatan selama lebih dari 3 minggu, hasilnya tidak mengecewakan. Padahal awalnya aku agak cemas apakah bagus atau tidak, ternyata hasilnya sangat bagus. Dan baju pernikahan ini memiliki budjet yang sangat jauh perbedaannya dengan yang dibuat para perancang busana dan penjahit lainnya yang kutanyakan. Calon suamiku juga puas dan suka dengan baju yang telah dibuat.

Baju Akad Pernikahanku

Baju Akad pengantin Calon suamiku

Upload By Rumah Jahit Haifa

Hasil setelah menunggu 4 minggu dan menerobos hujan dan badai😀😀, alhamdulillah aku dan calon suami menyukainya. thanks to Rumah Jahit Haifa😉

Alhamdulillah baju pengantin utk akadnya telah selesai. Terimakasih Ya rabb Engkau telah mempermudah urusan🙂