Harapan

Manusia adalah seseorang yang tidak pernah puas akan hidupnya. ketika mendapatkan karunia, dia menginginkan lagi dan lagi. entah itu jabatan, harta, pangkat, kedudukan, ataukah ketenangan dalam hidup. semua adalah pilihan manusia tersebut manakah pilihan yang mereka pilih dari pilihan diatas. dan seseorang memilih apa yang dicari dalam hidupnya tidak lepas dari yg namanya ilmu.
ada orang yang membanggakan harta, diceritakan ke orang orang sekelilingnya dan merasa bangga dengan hal itu, dan mereka menjadi puas dengan menceritakan hal itu ke orang orang sekelilingnya sehingga meningkatkan status sosialnya dimasyarakat, dan anehnya mereka puas dengan pujian manusia kepadanya. dan yang saya bingungkan adalah dengan harta yang telah ada ditangan, dan selanjutnya puas akan hal tersebut, menceritakan hp terbarunya, mobil terbarunya, rumah terbarunya, dan mereka puas menceritakan itu. dan rasa kepuasan itu tidak lepas dari namanya Ilmu yang ada didiri seeseorang.

Ada orang yang membanggakan jabatan dan kedudukan, bangga dan puas menceritakan kedudukan yg didapat, pujian yg selalu diberikan, orang2 yg merasa kagum padanya, dan mereka puas dengan itu. atau kalo bisa, kedudukan sebuah langit pun ingin diraih.

ada orang yang membanggakan kepintarannya, s1,s2,s3 kalo ada s4 maka ia jalani juga, bangga dan puas dengan hak paten yang telah ada pada penemuannya, menceritakan ke anak cucu terhadap hasil yang dijalani. dan mereka puas dengan prestasi tersebut

ada orang yg membanggakan kecantikannya, tubuh sempurna semampai, rambut yang indah, mata bagai bola kristal, atau bagi laki2 tubuh yang atletis semampai, perkasa, bangga akan laki/ perempuan yang dipikatnya dan mengejarnya, dan mereka puas dengan hal itu, bahkan jika bisa, mereka ingin memikat seluruh laki2/perempuan didunia ini.

saya teringat lagu raihan, dunia bagai air laut, semakin diminum semakin haus. ketika seseorang terus menerus mengejar dunia, saya yakin akan ada titik nadir dimana seseorang akan beranggapan bahwa dunia adalah tempat semu jika seluruh kegiatan pada dunia ini tidak diiringi dengan niat bahwa semua adalah ibadah. tapi bagi yang menganggap bahwa dunia adalah tempat untuk ditanam ke dirinya sebagai tempat ibadah, maka segalanya akan serba indah. kekosongan, stress dan aura negatif lainnya lambat laun akan memudar seiring kuatnya kita akan niat yg kita tanam bahwa yang kita lakukan semata mata hanya untuk beribadah padaNya, dan bukan untuk menunjukkan kesombongan kita kepada Allah swt dan makhlukNya. Jika ada sikap aura negatif, hal itu wajar, karena kita makhluk lemah yang membuat kita sadar bahwa kita hanya bisa bergantung kepada sang maha Kuat.

terimakasih ya Rabb.
ditulis ketika selesai menggosok baju (huehehheheeh)