Refleksi sebuah Waktu

Ngutip dari status FB : kehidupan dari SD,SMP,SMU dan selanjutnya lulus kuliah, menikah, punya anak, tua, merupakan fase yang mau tidak mau harus kita lewati dengan sikap terbaik kita melewati fase fase tersebut.

dan untuk itu juga, Tidak terasa sebentar lagi aku akan segera melakukan Lamaran dengan calon suamiku, bertepatan dengan 5 juni 2010. Lamaran yang telah ditunggu  oleh kami.

yg terakhir bertemulah aku dengan suamiku yang skrg. dan ini juga penuh dengan drama😀 . lalu setelah aku menghitung dan memperkirakan tanggal, kemungkinan juni itu adalah masa dimana aku sedang akan mengikuti ujian akhir term2, membuat soal ujian terakhir juga untuk mahasiswaku, dan mempersiapkan lamaran dan pernikahanku. keribetan pun mulai terasa karena jarak tempat menikahku yg jauh, jakarta-kepri. Dari aku sendiri ingin pernikahan ini aku yang mengatur dari hal yang besar sampai hal yang kecil. tanya sana sini pernak pernik pernikahan ke teman temanku pun juga kulakukan, sampai sampai aku udah membooking teman2ku untuk antarkan aku ke tempat2 hal berbau pernikahan persiapan utk hari H nantinya.

Perencanaan Lamaran nantinya adalah sebagai berikut :

1.calon suamiku tidak datang ke acara lamaran nanti, karena adat di daerahku yg demikian, cukup diwakili oleh pihak laki2 untuk melihat wanita yang akan dinikahi calon mempelai laki2, dan akan disematkan cincin oleh ibu pihak laki2 sebagai tanda bahwa aku telah dilamar, dan laki2 lain tidak boleh melamarku terkecuali jika proses lamaran ini berakhir.

Tetapi pada hari H nya, ternyata dia diam diam datang ke tanjungpinang tanpa aku ketahui. Ternyata ortuku dan ortunya telah mengetahui kedatangannya. Dan hanya aku sendiri yang tidak mengetahui. Antara bahagia dan sebel karena ini. Tapi alhamdulillah semua berjalan lancar.

2. akan adanya hantaran dari mempelai pihak laki2 yg diwakilkan oleh ayah ibu calon suamiku dan keluarga  ke pihak perempuan yaitu aku dan keluargaku. adapun hantarannya merupakan hantaran lamaran yang akan dibawa. Untuk daerah melayu, biasanya hantaran lamaran yang diperlukan sangat sederhana dan menurutku elegan. Tidak terlalu banyak, dan tidak terlalu sedikit.

Beberapa diantaranya :

  1. 1 buah tepak sirih sekaligus tempat tepaknya dan daun sirih.
  2. 1 keranjang buah2an
  3. 1 Kue

Ya, hanya itu sebenarnya hantaran untuk lamaran yang utama, selebihnya merupakan keinginan dari calon keluarga laki2 untuk menambahkan. Seperti salah satu hantaran lamaran yang ada di lamaranku :

3. Acara dimulai di malam hari setelah shalat magrib. Akan ada 2 orang wakil dari pihak keluarga laki laki dan pihak keluarga perempuan.

Seperti salah satu lamaranku dibawah ini :

1 orang mewakili pihak keluarga laki2 dan 1 orang mewakili pihak keluarga perempuan. Saat itu mereka lagi membolak balikkan daun sirih sebagai tanda bahwa aku telah dilamar. Penuh dengan deg degan ketika saat ini.

4. aku bakal dirias oleh perias. (ini untuk apa ya??),  karena aku udah mulai jarang beli baju, ketika terjadi proses lamaran ini, banyak pihak yang menyuruh untuk membeli baju. padahal aku udah nyaman loch make baju sehari hari aja😛😛. tapi ternyata belum cukup, sehingga aku membeli baju pink merah bersama Rina😀😀😀 (thanks to you😉 ). moga2 muat ampe lamaran nanti ,karena kebetulan utk bulan bulan ini aku banyak makan nih. nafsu utk makan tidak bisa ditahan😀😀😀.

Tapi ternyata di hari H, nenek saya menyuruh memakai baju yang telah disediakan olehnya, sehingga akhirnya saya pun memakai salah satu potongan kebaya berwarna hijau tersebut. Saya suka dengan warna hijaunya dan terutama pemakaian jilbabnya. Selain kebayanya tidak membentuk tubuh, jilbabku juga menutupi dada loch…. Senang banget dengan setingannya.

Baju kebaya hijau dan jilbab yang cantik

Cincin Lamaran didalamnya ada ukiran nama calon suamiku

Cincin pertunangannya yang biasa aja, tak sampailah semahal motor, atau semahal rumah, dan memang kuminta warna kuning saja, krn aku tidak terlalu suka untuk perhiasan pelamaran dan pernikahan memakai warna selain warna kuning emas selain terkesan berlebih2an, udah melanggar batas prinsip aku yaitu anggun dan elegan😀😀

Aku suka dengan warna warna yang cerah. Mungkin karena tanah kelahiran melayu mengajarkanku juga. Aku suka warna ngejereng, kuning, orange, hijau muda dll. Mungkin terpengaruh dari busana ibuku juga. Jadi aku sangat suka baju dan jilbab nya serta selendang yang mengitari. Btw, mak andam aku utk acara lamaran ini jilbab panjang loch, aku tanya ngaji dimana, kakak tu bilang dia ngaji di mana saja. aku tanyak lebih dalam lagi, akhirnya aku tau kakak tu ngaji aliran salafi. tak apelah, toh semua sama aja yg penting allah sebagai tuhan, muhammad rasul , kak. itu kata aku. hehehheh😀. kakak tu bilang iya juga dek😀😀.

Tidak ketinggalan syarat penting dalam lamaran di melayu, si bunga rampai.

dulu saya teringat bahwa saya hanya menginginkan pernikahan yg sederhana, yaitu PSSSSSSSS , pernikahan sangat sangat sangat sederhana. seperti apa??
datang ke KUA, daftar, bayar 35rb. selesai dah. tapi terkadang semua keinginan kita tidak sejalan dengan realitas yang ada. yg bisa kita lakukan hanyalah berbesar hati,bersyukur dan berharap semuanya berjalan lancar dan tenang. mungkin karena didaerahku anak pertama entah laki2/perempuan sangat dilihat, dtambah lagi posisi ayahku disana yang membuatku tidak bisa seenaknya dan harus berpikir secara mendalam dan bijak menghadapi semuanya, tidak hanya berdasarkan teoritis yg ada saja.

Intinya segala hal ini adalah sia sia jika kita tidak meniatkan karena allah swt. Bak kata orang sumatera, kita akan mati, maka carilah amal walau hanya bersabar atas kelakukan pasangan hidupmu.

Semoga cinta kepada allah swt akan membuat cinta tersebut lebih kekal, daripada hanya cinta berdasarkan nafsu dan semoga kami termasuk kedalam orang yang dipertemukan karenaNya, dinikahkan karenaNya dan saling mencintai karena Nya. Aminnnn ya rabbal ‘alamin.