Memasak

memasak adalah hal yang menyenangkan bagi saya untuk sekarang, melihat makanan tersaji di meja apalagi dinikmati bersama n habis sungguh membuat kepuasan tersendiri. saya tidak mengira bahwa akhirnya saya sedikit tahu tentang memasak, padahal sebelumnya saya benci memasak.

Teringat dimasa kecil dulu, ibu selalu menyuruh saya membeli bumbu bumbu masak ke warung, kalo bahasa melayunya adalah kedai😉. ada aja yg disuruh setiap harinya, membuat saya yg ketika itu tidak tahu apa apa menjadi manyun. terkadang menyuruh saya ikut memasak bareng, padahal saya tidak suka lama lama didapur. lalu terkadang sedikit memaksa menyuruh saya membeli perlengkapan kue ini itu, yg sebetulnya dari kesemua kegiatan ini hanya sedikit perhatian yg saya berikan. berharap ketika kt menjadi org sukses, maka makanan bisa kita beli. Ibu selalu memberi tips tips dalam hal memasak makanan atau kue kering dan basah, tapi entahlah, saya acuh tak acuh saja terhdap hal demikian. ketika itu saya hanya berfokus untuk belajar dan belajar saja sembari tetap berbelanja ini itu keperluan emak saya atau membantu emak saya sekadarnya saja, itupun karena takut diomelin atau di cap anak durhaka hahahhahaha.

tidak sedikit orang yang memuji masakan ibu saya, termasuk suami saya sendiri😛😛.bahkan, banyak yang bertanya mengapa ibuku tidak mau membuka jasa catering saja, tetapi entahlah, ibuku sampai hari ini tidak mau membuka jasa catering, mungkin beliau punya pertimbangan tersendiri. Ketika saya menikah, otomatis mau tidak mau kita sebagai wanita haruslah memasak. pertimbangan saya ketika masa kecil bahwa makanan bs dibeli semau kt berubah karena kondisi.

kondisi dimana ketika kita membeli makanan, seperti tidak ada “feel” nya bahwa kita mempersiapkan makanan utk keluarga, berbeda dengan ketika kita memasak sendiri. ada rasa puas, tanggungjawab, dan “home” yg saya rasakan ketika saya membuat makanan. tentu saja tidak setiap hari saya membuat makanan, bisa makanan saya stok untuk 2 hari, bisa dikarenakan ada yg memberi lauk pauk, bisa karena saya lagi sakit atau mengurus anak, atau bisa karena saya telah menyiapkan stok utk masakan kering yang bisa dimakan kapanpun

saya memulai memasak ketika berada menjadi anak kos, dari yg ringan sampai yg tumis tumis, lalu menikah dan akhirnya punya dapur sendiri, kepingin berkreasi maka akhirnya dimulailah dunia masak masak ala saya. kadang berhasil, ada juga yang gagal. namanya juga masih belajar. setidaknya saya tahu bahan bahan masakan dan bahan bahan kue karena kegiatan yg dulunya saya anggap menyusahkan karena ibuku selalu menyuruhku untuk berbelanja bahan demikian ternyata sangat berguna untuk sekarang dan setidaknya saya tidak buta sama sekali ttg memasak. ya itulah orangtua, pasti ingin yg terbaik untuk anaknya, tapi terkadang kt sebagai anak tidak mengerti hal demikian.

thx to u mom.